Utang Rp 250 Ribu Jadi Awal Mula Masalah Pembunuhan Siswi SMP yang Hanya Ditemukan Kerangka

Kasus penemuan kerangka manusia di sebuah perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar),Jambi, pada Senin (20/4/2020) berhasil diungkap polisi. Korban diketahui merupakan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Inah. Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, korban dibunuh oleh temannya yang kenal melalui media sosial berinisial FR pada Februari 2020.

Setelah mendapat laporan penemuan kerangka tersebut dari warga, polisi langsung melakukan upaya penyelidikan. Upaya yang dilakukan polisi mendapatkan titik terang setelah ada orangtua yang melaporkan anak perempuannya yang masih duduk di bangku SMP hilang sejak Februari 2020 lalu. Setelah dilakukan pencocokan dengan ciri ciri korban, ternyata ditemukan ada kesamaan.

"Dengan ciri ciri pakaian dan barang bukti yang sama saat anak tersebut hilang. Korban diketahu bernama Inah (18), seorang siswi SMP Bentara, Jambi. Dari informasi yang didapat polisi, Inah saat pergi meninggalkan rumah hanya mengaku pamit kepada orangtuanya ingin bertemu dengan temannya.

Namun sejak saat itu korban tak pernah kembali pulang. Melihat adanya kejanggalan terhadap kematian korban itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Setelah mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi, polisi menduga bahwa Inah menjadi korban pembunuhan.

Berbagai upaya dilakukan polisi untuk mengungkap misteri kematian korban tersebut. Hingga akhirnya polisi mencurigai terhadap salah satu akun media sosial yang sering nge like status korban. "Kita ketahui tersangka, dari penelusuran Facebook korban.

Kita cari like like di FB korban, dan yang sering nge like adalah tersangka, kita curigai dan kita cari, dan tersangka mengakui telah membunuh korban," sebut Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro. Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku nekat menghabisi korban karena merasa sakit hati. Sebab, korban tidak segera mengembalikan utangnya sebesar Rp 250.000 yang dipinjamkan oleh tersangka.

FR kemudian mengajak korban bertemu untuk membicarakan pembayaran uang yang dipinjam. Namun saat bertemu perkebunan sawit tersebut, korban bukannya membayar tapi malah mengeluarkan kata kata kasar yang dianggap membuat tersangka sakit hati. "Dari pengakuan tersangka, ketika membahas soal utang yang tidak bisa dibayarkan, tersangka sakit hati dan kemudian membunuh korban dengan cara mencekik leher korban," ungkap Kapolres.

Setelah mengetahui korban meninggal, kemudian jasadnya digulingkan ke pinggir kanal di perkebunan sawit. Inah kemudian ditemukan warga tinggal kerangka dua bulan kemudian. Lantaran utang dan sakit hati, seorang sopir berinisial FR (21) di Tanjung Jabung Barat,Jambimembunuh seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Inah.

Inah ditemukan hanya tinggal kerangka di perkebunan kelapa sawit, Sabtu (20/4/2020) oleh warga setelah dibunuh pada Februari 2020 lalu. Polres Tanjung Jabung Barat, Jambi menggelar jumpa pers, Kamis (7/5/2020) untuk mengungkap misteri kerangka mayatsiswi SMPini. Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro mengemukakan, kerangka Inah ditemukan oleh warga di perkebunan kelapa sawit Kecamatan Betara, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Senin (20/4/2020).

Penemuan kerangka Inah bermula dari, dua warga bernama Rohmat dan M Sugianto yang tengah membersihkan rumput. Mereka tiba tiba melihat benda menyerupai kayu. "Ternyata bukan kayu tapi sebuah tulang," kata Guntur.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan pakaian korban. "Selanjutnya ditemukan kembali di sekitar TKP sehelai celana levis panjang berwarna putih dan pakaian dalam perempuan berwarna merah (bra)," tutur dia. Polres Tanjung Jabung Barat kemudian mengungkap identitas kerangka tersebut.

Pengungkapan identitas berawal adanya orangtua yang melapor anaknya hilang sejak bulan Februari atau sekitar dua bulan lalu. "Dengan ciri ciri pakaian dan barang bukti yang sama saat anak tersebut hilang. Identitas mayat itu adalah Inah, siswi SMP 1 Bentara, Jambi berusia 18 tahun.

Polisi mencurigai, Inah dibunuh oleh seseorang. Polisi melakukan penyelidikan termasuk menelusuri akun media sosial Inah. Kapolres menjelaskan, pelaku pembunuhan ditangkap dari like Facebook nya ke akun Facebook Inah.

"Kita ketahui tersangka, dari penelusuran Facebook korban. Kita cari like like di FB korban, dan yang sering ngelike adalah tersangka, kita curigai dan kita cari, dan tersangka mengakui telah membunuh korban," sebut dia. Tersangka diketahui baru satu minggu berkenalan dengan Inah.

Guntur mengemukakan, pembunuh Inah adalah seorang sopir berinisial FR (21). FR adalah warga Dusun Sungai Nyiur, Desa Karya Maju, Kecamatan Pangabuan, Tanjabbar, Jambi. FR diamankan di rumahnya oleh pihak kepolisian.

Saat ditangkap, polisi juga menyita sejumlah barang seperti HP milik korban, uang Rp5.000, cincin dan kunci motor korban. ""Kata tersangka motor korban ditinggal di kebun itu. Tapi di TKP tidak ada, kita temukan hanya ada kunci motornya. Ini yang akan kita selidiki dan kita kembangkan," ungkap Guntur.

FR mengaku membunuh Inah pada Februari 2020 lalu, sekitar pukul 15.00 WIB. Pembunuhan rupanya dipicu utang dan sakit hati. Inah, menurut pengakuan pelaku, meminjam uang kepadanya.

"Korban meminjam uang kepada tersangka sebesar Rp 250.000. Korban janji untuk mengembalikan uang tersebut dua hari setelah meminjam, tapi korban tidak bisa mengembalikannya," ujar Kapolres dalam jumpa pers, Kamis (7/5/2020). Saat diajak bertemu dan membicarakan utang, korban disebut mengeluarkan kata kata yang menyakiti hati pelaku. "Dari pengakuan tersangka, ketika membahas soal utang yang tidak bisa dibayarkan, tersangka sakit hati dan kemudian membunuh korban dengan cara mencekik leher korban," ungkap dia.

Inah dicekik hingga tewas kemudian digulingkan ke pinggir kanal di perkebunan sawit. Pelaku lalu mengambil ponsel korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *