Terobos Jalan Berlumpur, Dahi Angkie Yudistia Sontak Berkerut Lihat Kondisi Korban Longsor Bogor

Staf khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia nekat menerobos jalan berlumpur demi menemui korban longsor di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020). Kehadiran Angkie Yudistia itu untuk mewakili Presiden Joko Widodo yang batal mengunjungi mereka. Di perjalanan untuk menemui korban longsor, Angkie Yudistia harus menempuhnya dengan berjalan kaki melalui jalan berlumpur setelah turun dari helikopter.

Sepatu sneaker Angkie Yudistia bahkan terciprat lumpur karena hujan yang terus menggunjur kawasan Sukajaya. Kedatangan Angkie Yudistia dan romobongan tampak disambut hangat pengungsi korban longsor. Saat mengunjungi korban longsor di Bogor itu, Angkie Yudistia turut membawa 6 ribu bingkisan makanan dari Presiden Joko Widodo.

Bingkisan bantuan dari Presiden RI itu terpantau berisi beras, gula, teh celup, susu, mie instan, biskuit dan beberapa botol air mineral. Sesampainya di lokasi, terlihat dahi Angkie Yudistia langsung berkerut ketika melihat kondisi pengungsi. Tak hanya itu, ada juga curhatan pilu warga terkait kondisi mereka yang telah bertahan selama lima hari.

Korban longsor itu curhat mereka harus bertahan dengan makanan minim karena lokasi pengungsian yang tak bisa dicapai oleh kendaraan. Mendengar curhat pilu itu, Angkie Yudistia langsung menepuk pundak warga tersebut seraya mencoba untuk menenangkannya. Terpantau, selain Angkie Yudistia, penyerahan bantuan bongkisan dari Presiden RI ini juga dihadiri oleh Kepala Sekretariat Kepresidenan RI, Bupati Bogor, Kapolres Bogor, Danrem 061 Suryakancana, Dandim 0621 Kabupaten Bogor dan yang lainnya.

Akses jalan di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang tertutup akibat longsor menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi bahkan langsung menginstruksikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Kepala BNPB Doni Monardo agar akses menuju Kecamatan Sukajaya itusegera dibuka. Hal itu disampaikan Presiden saat meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya dari udara sebagaimana disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

"Bapak Presiden memberikan instruksi kepada kami untuk melakukan berbagai upaya agar secepatnya akses ke desa desa yang terisolir segera terbuka sehingga bantuan dapat segera disalurkan,” kata Doni. Presiden Joko Widodo bersama rombongan, pagi tadi, Minggu 5 Januari 2020, berangkat menuju Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU. Rombongan Presiden yang terdiri dari tiga helikopter lepas landas dari Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada pukul 08.15 WIB.

Pada pukul 08.30 WIB, dua helikopter yang ditumpangi oleh perangkat kepresidenan dan membawa bantuan logistik untuk pengungsi berhasil mendarat terlebih dahulu di helipad Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Prosedur pendaratan ini sudah sesuai dengan prosedur tetap penerbangan VVIP dimana helikopter VVIP mendarat setelah dua helikopter lainnya mendarat. Pada saat akan mendarat, cuaca berubah sangat ekstrem dan berkabut tebal sehingga mengakibatkan berkurangnya jarak pandang yang tidak memenuhi standar penerbangan VVIP dan ditambah kondisi sekitar yang merupakan daerah perbukitan.

Akhirnya pilot helikopter yang membawa Presiden, Letkol Pnb Yosep Frits memutuskan untuk tidak mendarat. Pilot helikopter Letkol Pnb Yosep Frits masih berusaha menunggu perubahan cuaca dengan memutari daerah tersebut namun yang terjadi kabut semakin tebal dan akhirnya pilot memutuskan untuk kembali ke Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor dan tiba pada pukul 09.05 WIB. Adapun bantuan Presiden disampaikan secara simbolis oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono kepada pengungsi dan Camat Sukajaya.

Sementara itu, setibanya di Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, atas perintah Presiden, Menteri PU dan Perumahan Rakyat langsung menuju Kecamatan Sukajaya melalui jalur darat untuk memastikan peralatan berat berfungsi optimal sehingga akses menuju dan ke Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dapat dibuka. Berdasarkan informasi dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat terdapat enam desa di Kecamatan Sukajaya terisolir akibat jalan akses tertutup longsor yakni Desa Kiarasari, Kiara Pandak, Urug, Cisarua, Cileuksa dan Pasir Madang. Adapun Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sejak kemarin (Sabtu, 4/1) sesuai arahan Presiden telah mengirimkan 6 alat berat ke lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya, yaitu 6 execavator, 1 loader, dan 1 buildozer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *