Sumbangan Masyarakat Kepada Pemerintah untuk Penanganan Corona Mencapai Rp 80 Miliar

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19 Achmad Yurianto mengatakan dana sumbangan dari masyarakat untuk penanganan virus corona telah mencapai Rp 80 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19. "Gugus tugas telah menerima sumbangan masyarakat cukup besar, kami yakin akan bertambah, dua rekening baik di rekening Covid 19 senilai Rp 40 miliar lebih. Maupun rekening desk relawan gugus tugas ini juga jumlahnya Rp 40 miliar lebih," ujar Achmad Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2020).

Achmad Yurianto menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan sumbangan untuk menangani penyebaran virus corona. Dirinya mengatakan pemerintah akan transparan dalam penggunaan dana dari masyarakat tersebut. Saat ini, pemerintah juga mengupayakan penggunaan sumbangan tersebut agar tepat sasaran.

"Kami akan secara transparan terhadap bantuan ini akan digunakan dengan tepat dan tanggung jawab serta dilaporkan terbuka, di portal bnpb.co.id, maupun covid 19.co.id," kata Achmad Yurianto. Dirinya yakin sumbangan tersebut akan semakin bertambah setiap harinya. Menurutnya, pemerintah akan terus transparan dalam penggunaan dana tersebut.

Juru Bicara Penanganan Covid 19 Achmad Yurianto mengumumkan update terbaru mengenai jumlah pasien Covid 19. Pada Selasa (31/3/2020), Yuri, sapaannya, melaporkan jumlah kasus positif Covid 19 di Indonesia menjadi 1.528 kasus. Yuri mengatakan terdapat 114 kasus baru dari sebelumnya 1.414 kasus.

"Penambahan konfirmasi kasus positif 114 orang, total kasus menjadi 1.528," ujar Yuri, di kantor BNPB, Jakarta, Senin (31/3/2020). Kabar yang menggembirakan, jumlah pasien yang berhasil sembuh pun terus bertambah. Terbaru, jumlah pasien sembuh menjadi 81 atau bertambah 8 orang jadi pasien dari sebelumnya sebanyak 75 pasien.

Sedangkan, kasus kematian pun masih terus meningkat. Kini, jumlah korban meninggal bertambah 14 kasus, jadi total kasus kematian menjadi 136 kasus, dari sebelumnya 122 kasus. Penambahan kasus positif tersebut tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak. Selain DKI, ada provinsi lainnya yangjuga ditemukan kasus positif corona. Di antaranya Aceh, Bali, Banten, DI Yogyakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Ada pula di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah. Lampung, Riau, Maluku Utara, Maluku, Kalimantan Utara, Papua Barat,Papua dan terakhir Bangka Belitung.

Penting dilakukan pencegahan dini agar terhindar dari virus corona. Berikut cara Mencegah Virus Corona atau Covid 19 dari WHO: Dianjurkan agar selalu mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh.

Bersihkan tangan dengan pembersih berbahan alkohol atau dengan sabun dan air. Mencuci tangan akan membunuh virus yang mungkin menempel. Pertahankan jarak setidaknya satu meter (tiga kaki) antara Anda dengan siapa saja yang batuk atau bersin.

Dijelaskan, ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut. Kemungkinan besar cairan tersebut mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, kemungkinan besar Anda akan menghirup tetasan tersebut.

Tangan menyentuh banyak permukaan yang kemungkinan besar sebagai tempat virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut. Hal itu membuat virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat Anda sakit.

Pastikan Anda, dan orang orang di sekitar mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Caranya dengan menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat batuk atau bersin. Dianjurkan tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat.

Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda. Hal tersebut dilakukan karena otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda.

Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *