Sepasang Mahasiswa-Siswi Kepergok Satpol PP sedang Ngamar di Kamar Kos Bertarif Rp 15 Ribu per Jam

Personil Polsek Tulungagung melakukan razia pada Sabtu, (21/12/2019) kemarin dan menemukanpasanganbukansuamiistridi sebuahkamarkosdiKelurahanBago, Kecamatan Tulungagung,KabupatenTulungagung. Pasangan bukan suami istri tersebut menyewa sebuahkamarkosdengan tarif Rp 15 ribu per jam. Siapa sangka jikapasanganbukansuamiistriitu masih duduk di bangku kuliah.

Mereka adalah Satria Tahta Kirana (21) dan seorang siswi berinisial F (16). Kapolsek Tulungagung, Kompol Rudi Purwanto menceritakan kronologi penangkapan pasangan mahasiswa ini. Berawal darikamarkostempat pasangan kekasih ini tampak sepi.

Polisi curiga sebab ada dua sepeda motor terparkir di depankamarkos. Polisi kemudian berusaha untuk memanggil orang yang berada di dalamkamarkos dan berulang kali pintu diketuk, namun tak ada jawaban. Hingga pada akhirnya, polisi mengintip lewat lubang angin.

Pasangan kekasih ini akhirnya keluar setelah polisi menuggu lama dan meminta mereka lekas keluar. Saat itulah Satria Tahta Kirana mengaku, kamar yang ditempati ini bukan miliknya, melainkan disewa. Untuk durasi satu jam, kamar sederhana namun bebas ini disewa seharga Rp 15 ribu per jam.

Keduanya sempat dibawa ke Mapolsek Tulungagung untuk dimintai keterangan. “Mereka menyewa kamar dari orang lain seharga Rp 15 ribu per jam,” terang Kapolsek Tulungagung, Kompol Rudi Purwanto, Minggu (22/12/2019). Satria Tahta Kirana mengaku, tahu persewaan kamar murah ini lewat Whatsapp.

Di kamar ini keduanya diduga melakukan tindakan asusila, sehingga polisi menyita sprei dan pakaian dalam untuk barang bukti. Kapolsek Tulungagung, Kompol Rudi Purwanto mengaku, akan memanggil orang tua masing masing ke Mapolsek Tulungagung. “Kami juga akan memanggil pemilikkamarkositu. Kami akan mendalami bagaimana dia menawarkankamarkosini begitu murah,” sambung Kapolsek Tulungagung, Kompol Rudi Purwanto.

Satria Tahta Kirana menyebut,dirinya mendapat informasikamarkosRp 15 ribu per jam ini dari grup Facebook (FB). Setelah sepakat dengan pemilik kamar, mereka kemudian melakukan pembayaran di luar. Setelah itu Satria diarahkan ke kamar yang sudah disepakati.

Modus ini sama seperti yang diungkap oleh Satpol PP Tulungagung, saar raziakamarkospada Sabtu (14/12/2019). Razia menemukan sepasang kekasih berstatus pelajar di sebuah kamar. Pasangan kekasih ini juga menyewa kamar ini seharga Rp 15 ribu per jam.

Bahkan Satpol PP mengungkap adanya sekarang siswi SMK yang menjadi makelarkamarkosini. Selain itu seorang pelajar SMK, berinisial RS (17) penyewa aslikamarkosini juga didatangkan untuk dibina. RS menyewa kamar kepada pemilik rumah kos seharnya Rp 300 ribu per bulan.

RS kemudian menyewakan ulang Rp 15 ribu per jam atau Rp 100 ribu per hari. Rata rata RS berhasil menyewakan kamarnya empat kali per hari. Dengan cara ini, jika berhasil menyewakan kamar selama tiga hari saja, ia sudah bisa menutup uang sewa ke pemilik rumah kos.

Persewaankamarkosperjamini diwadahi dalam sebuah grup Facebook. Di grup ini menjadi ajang promosi sekaligus transaksi antar pemilikkamarkosdan konsumen. Karena harganya sangat murah, kamar kos ini banyak dimanfaatkan oleh pasangan pelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *