Reynhard Sinaga Pemerkosa Berantai Dikurung dengan Penjahat Tersadis Malah Menyeringai Nyaman

Nasib Reynhard Sinaga, pemerkosa berantai terbesar diInggris yang kini mendekam di dalam penjara. Masih ingatkah dengan pemerkosa terbesar di Inggris, Reynhard Sinaga? Nama Reynhard Sinaga sempat menjadi sorotan dunia pada awal Januari 2020 silam.

Reynhard Sinaga mendapat kecaman di seluruh dunia karena telah terbukti memperkosa 136 pria dan melakukan 23 perlanggaran seksual lainnya. Januari 2020 itu pun, Reynhard dijatuhi hukuman seumur hidup alias 30 tahun penjara. Pria yang mendapat julukan 'Monster Mansion' itu pun telah mendekam di balik penjara Strangeways sejak vonisnya.

Namun, alih alih menunjukkan penyesalan, Reynhard malah menyeringai bangga dan nyaman di sana. Ia pun kini dipindahkan di penjara yang terkenal dengan para penjahat kelas kakap di Her Majesty di Wakefield, Yorksire Barat. Seorang sumber mengatakan kepada The Sun bahwa Reynhard nampak semakin nyaman berada di penjara Strangeways.

"Sekarang dia harus berjuang sendiri di antara beberapa penjahat yang paling terkenal di Inggris." Diketahui, ibunda Reynhard, Normawati telah mengunjungi putranya di penjara. Menurut pengakuannya, sang putra dapat menjaga dirinya dengan baik dan tidak ada yang memukulinya.

Polisi percaya bahwa Reynhard telah menyerang sekitar 195 pria. Dia berhasil memikat korbannya untuk berkunjung ke tempat tinggalnya dengan perangainya yang baik dan ramah. Hal ini semakin didukung dengan kondisi para korban yang kebanyakan para remaja.

Mereka yang keluar dari bar dalam keadaan mabuk menjadi sasaran empuk bagi Reynhard. Perbuatan keji Reynhard tak pernah diketahui hingga suatu hari, korbannya yang terkahir memergokinya. Korban yang masih remaja itu tiba tiba tersadar ketika Reynhard berusaha untuk memperkosanya.

Pemain rugby di tim sekolahnya itu berhasil mendorong dan menonjok Reynhard sebelum kabur. AyahReynhard Sinagaakhirnya angkat bicara setelah putranya dihukum seumur hidup atas kasuspemerkosaan. Reynhard disebut sebagai pemerkosa terbesar dalam sejarahInggris, setelah terbukti dalam 159 dakwaan dengan 48 korban adalah pria.

Dia disebut menyasar korbannya di kelab malam Manchester, dan kemudian membujuk mereka untuk singgah di apartemennya di Montana House. Dilansir BBC Selasa (7/1/2020),ayahReynhard Sinaga, Saibun Sinaga, akhirnya buka mulut terkait vonis yang diterima putranya. "Kami menerima putusannya. Hukumannya sesuai dengan kejahatannya. Saya tidak ingin mendiskusikan kasusnya lebih dari ini," pintanya.

Teman Reynhard selama di Universitas Indonesia menuturkan, pria kelahiran Jambi itu dikenal sebagai mahasiswa yang populer serta flamboyan. "Dia mudah bergaul, ramah, bisa berinteraksi, lucu ketika diajak dalam kerja kelompok," kata teman yang tidak ingin disebutkan namanya itu. Teman itu mengatakan, dia kehilangan kontak dengan pria 36 tahun tersebut sejak melanjutkan studi di Inggris 2007 silam.

Reynhard Sinaga disebut jatuh cinta dengan Manchester begitu sampai, dan memberi tahu keluarganya dia berniat tinggal selamanya di sana. Tinggal dekat Gay Village di Manchester, dia disebut bisa lebih leluasa mengekspresikan orientasi seksualnya yang tidak bisa dilakukan di Indonesia. Selama 10 tahun, dia disebut hidup dari uang yang diberikan ayahnya, seorang pengusaha yang mempunyai sejumlah cabang bank swasta.

Ibu Reynhard dilaporkan hadir dalam praperadilan anaknya. Namun, dia tidak kelihatan dalam empat agenda sidang yang sudah dilakoni. Meski begitu, ibu Reynhard sempat menuliskan kesaksian yang ditujukan demi keperluan pembelaan sulung dari empat bersaudara tersebut. Pejabat KBRI London, Gulfan Afero, menuturkan Reynhard dikenal sebagai anak yang baik, cemerlang, dan rajin beribadah.

Ketika menjatuhkan vonis, Hakim Suzanne Goddard menyatakan bahwa keluarga pelaku pemerkosaan terbesar Inggris itu sama sekali tak tahu "karakter aslinya". Gulfan berujar, dia sudah menemui Reynhard di penjara sebanyak tiga kali, dan mengungkapkan terdakwa dalam keadaan bahagia. "Dia tahu apa yang dia hadapi, dan tidak menunjukkan penyesalan karena dia yakin tidak bersalah. Jadi, dia tidak ada beban," katanya.

Sejumlah media Negeri "Ratu Elizabeth" memberikan judul beragam, mulai dari "Peter Pan" hingga "Predator Seks" sejak vonis Reynhard ditetapkan. Hakim Goddard merekomendasikan Reynhard dipenjara paling sedikit 30 tahun, sebelum dipertimbangkan apakah bisa mengajukan peninjauan kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *