PAN Beberkan Penyebab Elektabilitas Anies Turun, Katanya Gara-gara Bansos

Salah satunya tidak meratanya distribusi bantuan sosial (bansos) kepada warga DKI Jakarta. "Mungkin juga karena adanya peraturan peraturan yang tumpang tindih dengan pemerintah pusat," ujar Saleh Daulay dikutip dari Kompas TV, Selasa (9/6/2020). Ia juga mengatakan elektabilitas Anies turun juga dikarenakan ketidakpuasan pendukungnya.

Menurutnya, belum ada kebijakan yang membuat pendukung Anies puas. "Masyarakat tentu saja berharap banyak kepada Anies Baswedan. Mulai dari penyediaan fasilitas dan sarana kesehatan untuk menangani COVID 19, aturan aturan terkait PSBB, dan terutama distribusi bantuan sosial. Bisa saja masyarakat tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan selama COVID 19 ini," katanya. Diberitakan sebelumnya, elektabilitas atau tingkat keterpilihan Anies Baswedan jika ikut Pilpres turun saat ini di tengan pandemi covid 19.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar secara mengejutkan naik ke papan atas sebagai calon presiden (Capres) 2024 dengan tingkat elektabilitas tertinggi nomor dua di bawah Prabowo Subianto. Survei yang dipublikasikan Indikator Politik Indonesia pada Minggu (7/6/2020) itu secara mengejutkan menempatkan Ganjar sebagai kandidat capres yang patut diperhitungkan pada Pilpres 2024 mendatang. Elektabilitas Ganjar Pranowo meningkat dari 9,1 persen pada Februari 2020 menjadi 11,8 persen pada Mei 2020.

Dia mengalahkan sejumlah tokoh yang disebut sebut berpeluang jadi capres seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bahkan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dua tokoh yang mengalami peningkatan elektabilitas yakni Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo. Meskipun, elektabilitas keduanya belum mampu mengalahkan Prabowo.

"Dukungan pada Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil kini cenderung meningkat dibandingkan temuan Februari lalu," demikian tulis keterangan dalam hasil temuan survei tersebut, seperti dilansir Kompas.com dari laman resmi Indikator, Senin (8/6/2020). Presentase tersebut menempatkan Ganjar di urutan kedua teratas setelah Prabowo, sekaligus mengalahkan Anies. Sementara, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) meningkat dari 3,8 persen menjadi 7,7 persen.

Sehingga, membuatnya menempati urutan keempat teratas. 1. Prabowo Subianto (Mei 14,1 persen; Februari 22,2 persen) 2. Ganjar Pranowo (Mei 11,8 persen; Februari 9,1 persen) 3. Anies Baswedan (Mei 10,4 persen; Februari 12,1 persen) 4. Ridwan Kamil (Mei 7,7 persen; Februari 3,8 persen) 5. Sandiaga Uno (Mei 6 persen; Februari 9,5 persen) 6. Agus Harimurti Yudhyono (Mei 4,8 persen; Februari 6,5 persen) 7. Khofifah Indar Parawansa (Mei 4,3 persen; Februari 5,7 persen) 8. Mahfud MD (Mei 3,3 persen; Februari 3,8 persen) 9. Gatot Nurmantyo (Mei 1,7 persen; Februari 2,2 persen) 10. Erick Thohir (Mei 1,6 persen; Februari 1,9 persen) 11. Puan Maharani (Mei 0,8 persen; Februari 1,4 persen) 12. Tito Karnavian (Mei 0,6 persen; Februari 0,8 persen) 13. Budi Gunawan (Mei 0,4 persen; Februari 0,4 persen) 14. Muhaimin Iskandar (Mei 0 persen; Februari 0,3 persen) Untuk diketahui, survei dilaksanakan dengan metode kontak telepon dengan margin of error kurang lebih sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun responden yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab mengalami peningkatan dari 20,3 persen pada Februari 2020 menjadi 32,3 persen pada Mei 2020. Dari sekitar 1.200 responden yang disurvei pada 16 18 Mei 2020, elektabilitas Prabowo hanya 14,1 persen, bila dibandingkan Februari 2020 yang mencapai 22,2 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *