Langkah Putu MasterChef Terhenti di Babak Top 9, Juna Beri Pujian: Orang Bali Pertama di 10 Besar

Baru saja berlangsung kompetisi memasak MasterChef Indonesia Season 6 di RCTI. Pada episode kali ini, tersisa 9 kontestan yang bersaing dalam memperebutkan gelar juara MasterChef Indonesia Season 6. Kesembilan kontestan tersebut adalah Erick, Sisca, Firhan, Amel, Christo, Putu, Ade, Vanty dan Fajar.

Sepanjang episode ini, penilaian masakan peserta akan ditemani oleh juri tamu, Chef Karen Carlotta. Sebelumnya, Karen juga pernah menjadi juri tamu pada babak Top 6 Season 5. Tantangan pertama adalah Duplication Dish Challenge: Kue Chiffon Es Kelapa Jeruk.

Mereka harus membuat duplikasi Kue Chiffon Es Kelapa Jeruk milik Chef Karen Carlotta dalam waktu 90 menit. Menurut Firhan, waktu yang diberikan cukup singkat sehingga resikonya sangat tinggi. "Dalam waktu 90 menit untuk bikin cake seperti itu, cukup cepat waktunya."

"Kalo gitu saya harus bikin strategi yang oke," ujar Firhan. Senada dengan Firhan, Fajar juga merasa ini adalah sesuatu yang sulit. "Kita harus membuat duplicate cake seperti ini dengan waktu 90 menit? Immposible..," ucap Fajar geleng geleng.

Pada tantangan ini, Fajar, Firhan, Erick dan Vanty dipanggil untuk maju ke depan. Dari hasil penilaian empat juri, Firhan menjadi pemenang dalam tantangan kali ini. Meski menjadi pemenang, juri merasa kue buatan Firhan tidak perfect.

Namun Firhan menjadi yang terbaik dari yang terburuk. Untuk itu, Firhan berhak untuk mendapatkan keuntungan di tantangan selanjutnya. Tantangan kedua, delapan kontestan dihadapkan pada Petit Four Challenge.

Petit Four merupakan kembang gula atau hidangan pembuka yang berukuran kecil. Kali ini, kedelapan kontestan dibagi menjadi empat pasangan. Keuntungan pertama Firhan sebagai pemenang, ia terbebas dari tantangan kedua.

Keuntungan kedua, Firhan berhak menentukan pasangan untuk kontestan lain di tantangan Petit Four Challenge. Mereka diberikan waktu sebanyak 75 menit. Firhan memilih Ade Vanty, Christo Putu, Eric Amelia, dan Fajar Sisca.

Namun ia merasa salah strategi saat memilih Fajar dengan Sisca. Menurut Firhan keduanya sama sama jago dalam membuat dessert. "Aduh, pilihan terakhir tu cuma ada Sisca sama Bang Fajar, dua duanya kuat."

"Salah strategi nih," ucap Firhan. Dugaan Firhan terbukti, pasangan Fajar dan Sisca berhasil lolos dari pressure test. Pasangan lain yang berhasil lolos dari pressure test adalah Amel dan Erick.

Lagi lagi Amel beruntung bisa terselamatkan meski berkali kali masuk ke pressure test. Ade, Vanty, Cristo dan Putu harus kembali berjuang dalam pressure test. Pressure test kali ini mereka dihadapkan dengan tantangan Duplication Dish Chef Karen untuk membuat Macaroon.

Berbeda dengan Duplication Dish Challenge sebelumnya, kali ini Chef Karen mencontohkan cara membuatnya. Putu mengaku sama sekali belum pernah mencicipi dan membuat macaroon. Ia cukup khawatir, namun masih berusaha optimis bisa memberikan yang terbaik.

Dalam waktu 90 menit, mereka harus bisa membuat macaroon semirip mungkin untuk bisa bertahan di Gallery MasterChef. Tiba saat penilaian, Christo menjadi kontestan pertama yang dipanggil juri. Christo cukup percaya diri saat maju ke depan karena dirinya sudah pernah membuat macaroon.

Namun pernyataannya itu membuat Firhan heran. "Christo bilang dia dah biasa bikin macaroon, tapi kok yang disajiin kayak baru pertama kali bikin macaroon ya?" ucap Firhan. Dan ternayata menurut juri macaroon milik Christo masih belum sempurna.

Selanjutnya ada Vanty yang maju ke depan. "I did my best, mudah mudahan sesuai sama standartnya juri," papar Vanty. Tak jauh berbeda dengan Christo, macaroon milik Vanty juga dirasa juri masih belum sesuai dengan yang dicontohkan.

"Not bad," komentar Chef Arnold saat mencicipi macaroon Vanty. Namun Chef Juna memiliki komentar berbeda, ia merasa tingkat kematangannya masih kurang sempurna. Yang ketiga ada Ade, shell macaroon miliknya mendapatkan pujian dari Chef Arnold.

"Kalo ngomonginshellnya, ini very nice, smooth, cuma sedikit pendek," papar Chef Arnold. Terakhir ada Putu, Chef Karen menilai macaroon Ade yang terburuk dari tiga kontestan lainnya. "Rasberrynya yang parah," ujar Chef Karen.

Dari komentar para juri, sudah terlihat siapa yang akan pulang. Langkah Putu di Gallery MasterChef Indonesia Season 6 harus berhenti sampai di sini. Meski begitu, para juri salut terhadap perjuangan Putu bisa masuk ke babak Top 9.

"Kamu hebat, jadi orang Bali pertama yang bisa masuk ke babak 10 besar," puji Chef Juna. Seperti diketahui, keinginan Putu untuk menjadi juara di MasterChef Indonesia Season 6 cukup besar. Salah satu keinginannya adalah agar bisa membanggakan kota kelahirannya, Bali.

Tampak Putu selalu mengenakan udeng khas Bali di setiap penampilannya. Para juri juga salut, meski mengaku belum pernah masak dan memakan macaroon, Putu berhasil menyelesaikan tantangan itu. Good job Putu!

Tetap semangat untuk berkreasi diluar gallery MasterChef Indonesia, teruslah memasak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *