Kabar Terkini Lapas Tuminting Manado Usai Rusuh, Napi yang Minta Bebas karena Takut Corona Dipindah

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuminting, Manado, Sulawesi Utara, dikabarkan kembali kondusif usai kerusuhan (Sabtu (11/4/2020). Mengutip tayangan Kompas TV, Minggu (12/4/2020) pagi dilaporkan jika situasi terkini di Lapas Tuminting Minggu pagi tak lagi dijaga ketat. Terpantau pagi ini petugas lapas juga sejumlah Napi melakukan aksi bersih bersih usai kerusuhan sebelumnya.

Reporter KompasTV di Manado mengabarkan jika penyidikan masih dilakukan pihak kepolisian meski kondisi di lapas sudah terkendali. Disebutkan jika kini, 96 narapidana di blok narkoba yang diduga sebagai tempat awal kerusuhan pun tak lagi ada dibloknya yang terbakar. Pada napi ini dipindahkan ke Lapas lainnya di Manado.

Kebakaran menghanguskan beberapa ruangan di Lembaga sehingga membuat suasana tak terkendalikan. Terlihat aksi dari para tahanan yang melemparkan batu ke arah polisi yang sementara melakukan pencegahan di lokasi Melihat hal tersebut Kepolisian melakukan penjagaan di beberapa titik lokasi menjaga terjadinya kekacauan di area Lembaga Permasyarakatan Klass llA Manado.

Terpantau sejumlah petugas kepolisian dan pemadam kebakaran sudah berada di lokasi kejadian. Dalam video yang beredar, terlihat kekacauan terjadi dalam lapas. Ratusan napi melempari gedung dengan batu, di mana ada beberapa petugas lapas berada dis itu.

Terdengar teriakan para napi dan batu berterbangan menimpa kaca dan besi bangunan. Bahkan, ada petugas yang langsung menghubungi pihak kepolisian untuk membantu meredam kerusukan yang terjadi. "Saya sudah telepon petugas di Polresta Manado semmentara nomor telepon di Polsek tidak aktif," ujar seorang diduga petugas lapas yang merekam kejadian.

Sementara itu, Api dipadamkan pemadam kebakaran dari luar Lapas. Para Napi dikabarkan membakar sebuah bangunan warung kopi MengutipKompas.com dengan judul

Rupanya kericuhan disebabkan lantaran para narapidana ketakutan terinfeksi corona ( Covid 19). Mereka minta dibebaskan hingga berujung aksi nekat. Akibat kerusuhan tersebut, fasilitas terbakar hingga beberapa narapidana harus dilarikan ke rumah sakit. Sabtu (11/4/2020) sore akses menuju lapas ditutup sementara, lantaran rusuh di terjadi di dalam lapas.

Tampak polisi berjaga jaga di luar lapas. Mobil pemadam kebakaran pun bersiaga di sekitar lokasi. Kapolresta Manado Kombes Benny Bawensel yang terjun langsung sempat bernegosiasi di pintu masuk Lapas Tuminting Manado. Namun para narapidana menolak negosiasi di tempat tersebut. Mereka meminta Kapolres masuk ke lapas.

Narapidana mengamuk saat Benny menolak permintaan itu. Tak hanya berteriak, mereka juga melempari kaca dengan batu. Api juga terlihat menyala di beberapa bagian gedung. "Lempar! Serbu!" teriak narapidana dari dalam lapas.

Sabtu (11/4/2020) petang, situasi kembali memanas. Narapidana di dalam lapas kembali membakar sejumlah barang di dalam gedung. Sebanyak 2.000 personel gabungan diterjunkan untuk menangani kerusuhan.

Polisi juga sempat meminta para narapidana kooperatif. "Tolong Anda di dalam kooperatif, dimohon yang di dalam agar bisa berkomunikasi dengan baik," kata polisi melalui mobil pengeras suara. Namun imbauan tak dihiraukan oleh narapidana.

Mobil pemadam kebakaran masuk dan berupaya memadamkan kobaran api. Usai padam, polisi bersenjata lengkap masuk ke dalam lapas. Sempat terdengar bunyi tembakan. Tak berselang lama, mobil ambulans masuk ke dalam. Kapolda Humas Polda Sulut Kombes Jules Abbast mengatakan, ada sejumlah narapidana yang harus dilarikan ke rumah sakit.

"Memang singgungan ini tak mungkin terelakkan. Namun kita berupaya memperkecil jatuhnya korban," kata dia. Penyebab kericuhan rupanya karena narapidana minta dibebaskan. Mereka takut terinfeksi virus corona (Covid 19). Hal itu dikemukakan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara Lumaksono.

"Warga binaan yang ada di dalam Lapas khawatir dengan adanya Covid 19. Mereka itu takut dengan adanya Covid 19 ini. Mereka minta untuk dibebaskan," kata dia. Namun permintaan itu ditolak lantaran tidak sesuai aturan. Mereka tidak dapat mendapatkan program asimilasi dan integrasi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Ia mengatakan, program itu hanya diperuntukkan bagi narapidana umum. "Sedangkan yang meminta itu kebanyakan dari narapidana narkoba. Narapidana narkoba itu tidak termasuk prioritas yang asimilasi di rumah," ujarnya. Ia memastikan tak ada narapidana yang kabur dalam peristiwa itu.

Namun sebanyak 100 narapidana dipindahkan ke sejumlah lapas di Sulawesi Utara sembari menunggu renovasi ruangan yang rusak akibat kerusuhan. Lumaksono membenarkan adanya korban luka dalam kericuhan, hanya saja jumlahnya masih didata. "Baik jumlah korban luka ringan maupun korban korban lain. Saat ini kita belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal itu," kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *