Kabar Gembira, Ridwan Kamil Sebut Tanaman Asal Jabar Ini Bisa Sembuhkan Corona: Teruji di Wuhan

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menyampaikan kabar gembira soal wabah Virus Corona. Kabar gembira itu disampaikan Ridwan Kamil dalam tayangan Mata Najwa, Rabu (11/3/2020). Terkait wabah Corona, Ridwan Kamil mengungkap sejumlah upaya yang dilakukan pihaknya untuk menangkal penyebaran virus dengan nama lain Covid 19.

"Di Jawa Barat saya sampaikan kita punya sistem pemusnah sampah medis, terutama sampah terkait Corona ini," ucap Ridwan Kamil. "Kita punya (PT) Jasa Medifest di Cikampek, insya Allah infrastruktur itu siap." Lebih lanjut, Ridwan Kamil menyinggung obat yang diyakini telah menyembuhkan ratusan korban Corona di China hingga Amerika.

Tanaman tersebut disebutnya bernama Kina. "Dan terakhir ada berita baik dari Jawa Barat itu menurut National Health Institute di Amerika dan Wuhan China itu ada 100 yang sembuh oleh obat yang bahasa lazimnya Kina," ucap Ridwan Kamil. Ia mengklaim, Pohon Kina itu tumbuh di Jawa Barat.

Karena itu, Ridwan Kamil langsung memerintahkan perguruan tinggi setempat untuk melakukan studi lebih lanjut terkait manfaat Pohon Kina. "Jadi pohon Kina ini ada di Jawa Barat dan sedang distudi saya tugaskan universitas," jelas Ridwan Kamil. "Mudah mudahan berita baik ini sudah teruji di Wuhan 100 sembuh itu ternyata obat herbalnya ada di kita, Kina."

Tak hanya diyakini bisa menyembuhkan pasien positif Corona, Pohon Kina sebelumnya juga digunakan sebagai obat penyakit malaria. Karena itu, Ridwan Kamil berharap Pohon Kina benar benar bisa menyembuhkan korban dan mematikan wabah Virus Corona. "Diproduksi Kimia Farma, sebelumnya untuk mengobati malaria," terang Ridwan Kamil.

"Mudah mudahan kita doakan bisa untuk mencegah penularan dan mematikan pertumbuhan Virus Corona." Pada kesempatan itu, sebelumnya Achmad Yurianto angkat bicara soal tewasnya seorang warga negara asing (WNA) setelah dinyatakan positif terkena Virus Corona di Indonesia. Menurut Achmad Yurianto, ada banyak faktor yang menyebabkan tewasnya WNA 53 tahun itu.

Pria yang kerap disapa Yuri itu menyebut WNA tersebut memiliki sejumlah riwayat penyakit saat masuk ke Indonesia. "Sebenarnya semenjak masuk ke tanah air sudah kita catat banyak sekali penyakit bawaan," jelas Yuri. "Di antaranya adalah diabetes yang sudah cukup lama, kemudian ada hipertensi, kemudian ada kronik obstruktif paru yang sudah lama juga, ditambah dengan hipertiroid."

Yuri menjelaskan, sejumlah penyakit itu sudah diidap korban cukup lama. "Ini sudah diderita lebih dari lima tahun," kata Yuri. Sebelum masuk ke Indonesia, WNA tersebut menurutnya sempat transit ke Qatar.

Dan begitu sampai di Indonesia, WNA itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani sejumlah perawatan. "Dan sebelum masuk ke Indoensia sempat transit cukup lama di Qatar," jelas Yuri. "Karena itu begitu sampai di Indonesia sebenarnya langsung ke rumah sakit, lebih banyak di rumah sakit untuk perawatan."

Namun, tak lama menjalani perawatan, kondisi WNA tersebut semakin menurun dan dinyatakan meninggal dunia. Terkait hal itu, Yuri mengklaim WNA tersebut sudah tertular Corona sebelum masuk ke Indonesia. "Baru mengalami perburukan itu kurang lebih kemarin malam jam 23.00 WITA, terus jam 2.35 WITA dini hari meninggal," jelasnya.

"Dari pemeriksaan yang kita dapatkan positif, confirm, kita meyakini bahwa kalau kita lihat dari tracing nya kemungkinan masuk ke Indonesia sudah membawa penyakit." Lebih lanjut, Yuri menyebut WNA yang terpapar Corona itu masuk ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali. Menurut dia, kala memasuki Indonesia yang bersangkutan sudah menunjukkan gejala terpapar Corona.

Namun, mengingat WNA itu memiliki sejumlah penyakit bawaan, pihak bandara memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit setempat. "Karena saat mendarat di tanah air di Ngurah Rai memang sudah didapatkan tanda yang panas," terang Yuri, "Tapi akibat dari demikian banyak kompleksnya penyakit yang dia bawa, sehingga kita tidak memutuskan untuk menolak tapi kita bawa ke rumah sakit untuk kita rawat."

Lebih lanjut, Yuri mengklarifikasi soal tuduhan yang menyebut pemerintah sebelumnya menutup rapat informasi soal pasien Corona di Bali. Menurut dia, pemerintah Bali lah yang mengimbau pihaknya untuk tak membuka adanya pasien positif Corona di Bali. "Kami setelah menemukan langsung confirm positif langsung memberi tahu dokter penanggung jawab pasien karena ini bagian dari manajemen layanan perawatan," ujar Yuri.

"Memang permintaan daerah mengatakan untuk tidak di publish."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *