hingga Keutamaannya Waktu Dilengkapi Tara Cara Salat Niat Salat Tahajud

Berikut bacaan niat Salat Tahajud, beserta tata cara pelaksanaan, waktu, dan keutamaannya. Salat Tahajud merupakan salat sunah yang dilakukan pada waktu sepertiga malam. Apabila di malam hari seseorang terbangun dan melaksanakan salat malam, maka iadiangkat derajatnya.

Ada beberapa keutamaan Salat Tahajud, di antaranya membuat doa dikabulkan hingga menyegarkan jiwa seseorang. Salat Tahajud dikerjakan paling sedikit dua rakaat dan jumlah maksimalnya tidak dibatasi. 1. Niat Tahajud

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى Usholli Sunnatan Tahajudi Rok’ataaini Mustaqbilal Qiblati Lillaahi Taa’ala Artinya:

Aku salat sunah tahajud dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’aala 2. Takbiratul Ihram 3. Berdiri sambal membaca doa iftitah

4. Membaca surat Al Fatihah 5. Membaca satu di antara surat dari Al Qur’an 6. Ruku

7. Berdiri dari ruku 8. Sujud 9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kembali 11. Berdiri untuk melakukan rakaat kedua yang mana gerakan sama pada rekaat pertama. Kemudian di lanjut tahiyat lalu salam dan setelah itu membaca doa.

Salat Tahajud boleh dikerjakan di awal, pertengahan atau akhir malam. Waktu yang paling utama mengerjakan tahajud ialah separuh akhir malam. Salat Tahajud boleh dikerjakan dengan syarat sudah tidur sebelumnya dan telah salat isya.

Minimal raka’at tahajud adalah dua raka’at dan jumlah maksimalnya tidak dibatasi sesuai dengan kemampuan masing masing. Ada banyak ayat dan hadis yang menjelaskan keutamaan Salat Tahajud, di antaranya hadis riwayat al Tirmidzi dan al Thabarani. Dalam riwayat al Tirmidzi dan al Thabarani disebutkan, “Hendaklah kalian melaksanakan salat malam sebab salat malam merupakan kebiasaan orang orang soleh sebelum kalian, pendekatan diri kepada Allah, penebus dosa, dan mengusir penyakit dari tubuh” (HR: al Tirmidzi dan al Thabarani).

Pertama yaitu Allah akan mengangkat derajat orang yang gemar melakukan salat malam dan ia akan memiliki derajat yang istimewa di sisi Allah. Sebagaimana Allah berfirman, “Dan pada sebagian malam, dirikanlah salat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra: 79) Kedua, salat malam dapat menyegarkan jiwa seseorang.

Rasulullah SAW bersabda, “Setan mengikat pada tengkuk setiap orang di antara kalian dengan 3 ikatan ketika kalian akan tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah, ‘Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak.’ Apabila ia bangun dan menyebut nama Allah, terurailah satu simpul. Lalu apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi. Kemudian apabila ia salat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak bangun salat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas.” (HR. Muttafaqun’alaih) Ketiga, salat malam merupakan sebaik baik salat setelah salat fardu. Hal tersebut diterangkan dalam beberapa hadis sahih.

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Muharam dan sebaik baik salat setelah salat wajib adalah salat lail.” (HR. Muslim) Keempat, salat malam akan membuat seseorang masuk surga. Hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah SAW. Beliau SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali persaudaraan, dan salatlah ketika manusia terlelap tidur pada waktu malam, niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah)

Selain itu Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh di dalam surga terdapat kamar kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam. Kamar kamar itu Allah sediakan bagi orang yang memberi makan, melembutkan perkataan, mengiringi puasa Ramadhan (dengan puasa sunah), menebarkan salam dan mengerjakan salat malam ketika manusia lain terlelap tidur.” (HR. At Tirmidzi) Ke lima, salat malam akan membuat doa dikabulkan. Pasalnya salat malam sangat istimewa jika dilakukan pada sepertiga malam terakhir, tepatnya pada pukul 01.00 hingga menjelang subuh.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah turun ke langit dunia setiap malam pada 1/3 malam terakhir. Allah lalu berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada Ku tentu Aku ampuni.’ Demikianlah keadaannya hingga terbit fajar. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *