Demi Revitalisasi Monas, 191 Pohon Ditebang, Sekda DKI: Ini Pohon Dunia, Kalau Ditebang Harus Ganti

Revitalisasi Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat menuai polemik. Banyak kalangan buka suara, bahkan memberikan kritikan pedas. Berbagai pihak juga menyoroti penebangan pohon besar yang ada di kawasan Monas.

Demi proyek revitalisasi Monas, pohon besar berjumlah 191, ditebang. Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, penebangan pohon itu hanya sebagian yang ada di sisi Monas. Diwartakan , Saefullah akhirnya meralat pernyataannya.

Menurutnya, Pemprov DKI tidak menebang pohon besar yang ada di kawasan Monas. Ia menuturkan, sejumlah 85 pohon dipindahkan ke sisi lain Monas. "Ternyata saat kami rapatkan, ada 191 pohon," katanya.

"Rumus penggantinya, satu pohon yang terkena, wajib diganti tiga kali lipat," terangnya. Berdasar aturan yang berlaku, Saefullah menambahkan, satu pohon besar yang terkena proyek pemerintah, wajib diganti dengan tiga pohon. Sementara itu, berbeda dengan proyek yang dikerjakan atas nama masyarakat.

Menurut penuturan Saefullah, satu pohon yang ditebang harus diganti dengan 10 pohon baru. Masih dikutip dari WartaKotaLive, Saefullah meyakini ada 85 pohon dengan ukuran kecil dan sedang di sisi selatan kawasan Monas dipindahkan oleh petugas. Dengan rincian sebagai berikut:

Sejumlah 55 pohon dipindahkan ke sisi barat Monas. Sisanya, 30 pohon dipindahkan ke sisi timur Monas. "Sekarang sedang dikerjakan, per Minggu sore (2/2/2020)," katanya.

"Sudah ada 300 lebih di kawasan Monas dan sekirarnya sebagai pohon pengganti," terangnya. "Jadi nebang pohon itu bukan pohon di surga, ini pohon di dunia, kalau ditebang harus diganti," tegasnya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengganti tiga kali lipat dari 191 pohon besar yang ditebang demi revitalisasi Monas.

Hingga Senin (3/2/2020) petang, hanya ada delapan pohon baru yang ditanam Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta. Perlu diketahui, Citata merupakan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang menangani proyek revitalisasi Monas tersebut. Diketahui, sejak Rabu (29/1/2020) proyek revitalisasi kawasan Monas sedang diberhentikan sementara.

Diberitakan , Saefullah sempat menuturkan, ia berharap proyek revitalisasi kawasan Monas ini dapat segera dilanjutkan. "Ya kami berharap ini tidak dilakukan berlama lama dalam waktu yang singkat, kalau dari sisi kita inginnya," kata Saefullah yang dikutip dari tayangan , Rabu (29/1/2020). "Ini kan sebagian kceil dari sisi Monasnya, jadi kami ingin ini berfungsi," tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *