Curhat Ortu Mahasiswa di Wuhan, Khawatir & Sedih Anaknya Ditolak Karantina di Natuna karena Corona

Orangtua mahasiswa di Wuhan, China, Neneng Nurhidayah mengungkapkan kegelisahannya. Neneng mengaku sedih karena anaknya mendapat penolakan di Natuna. Seperti yang diberitakan sebelumnya, para WNI di China telah dipulangkan oleh pemerintah.

Mereka dikarantina terlebih dahulu sekitar 14 hari agar mencegah penyebaran virus corona. Lokasi karantina yang dipilih pemerintah yakni Natuna. Warga Natuna sebelumnya sempat menolak keras jika para WNI dari China itu ditempatkan di wilayahnya.

Mereka takut jika virus corona menyebar di Natuna. Mengenai penolakan tersebut, orangtua mahasiswa pun merasa sedih. Kendati demikian, ia sangat senang dan bangga kepada pemerintah karena berhasil mengevakuasi anaknya dan beberapa mahasiwa lainnya di Wuhan untuk dipulangkan ke Tanah Air.

Ia mengungkapkan hal itu saat menjadi narasumber di Indonesia Lawyers Club Selasa (4/2/2020). Dilansir dari Youtube Indonesia Lawyers Club, Neneng Nurhidayah mengatakan kalau dirinya baru mengetahui kabar virus corona ini pada hari ke 6. Selain itu, ia juga rupanya tidak tahu kalau virus itu sudah genting.

"Kalau tahu itu genting anak saya sudah saya tarik, karena memang sedang libur," tuturnya. Lalu ia pun menjelaskan kenapa anaknya tidak pulang ke Indonesia saat liburan, yaitu dikarenakan sedang sidang. "Akan segera selesai kuliahnya, lalu saya mendengar semakin genting, itu sudah tidak bisa masuk dan keluar," tuturnya.

Mengetahui hal itu, ia pun mengaku sangat panik sampai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur. "Saya panik luar biasa. Sebagai ibu, saya ingin jemput anak saya, saya ingin sewa semuanya, tapi sudah tidak bisa," katanya. Ia pun kemudian meminta Karni Ilyas membayangkan kegelisahannya sebagai seorang ibu yang anaknya sedang kuliah di Wuhan dan ada virus corona.

"Dia juga tidak tahu akan terjadi itu dan separah itu, kalau tahu dia sudah pulang," tuturnya. Setelah mengetahui kabar itu, ia pun terus menerus mengecek kondisi sang anak. "Dis terus diam di apartemen, keluar cari stok makanan, saya mulai resah, bahkan anak anak yang lain khawatir kondisi saya karena panik," ungkapnya.

Ia pun menuturkan bahwa anaknya tidak saling bertemu dengan pelajarWNIlainnya di sana karena saling takut. Meski begitu, anaknya terus menegaskan kalau mereka sehat. "Tapi mereka memang sehat, mereka menenangkan kami para orangtua, tapi mereka semakin hari makin takut. Semua mahasiswa sehat tapi mereka tidak mau saling bertemu, sudah saling khawatir," jelasnya.

Namun, ia pun bersyukur kalau anaknya dan beberapa mahasiswa lainnya kini sudah berada di Indonesia. "Beruntung sudah evakuasi, saya bangga sekali, saya senang sekali walaupun ada rasa sedih juga anak saya ditolak di Natuna," katanya. Ia pun mengapresiasi kerja pemerintah dalam mengevakuasi para mahasiswa.

"Saya berterimakasih yang tak terhingga kepada pemerintah, kepada Presiden Jokowi, Kemenlu, Kemenkes, TNI, Polri, KBRI dan tim evakuasi, saya mengapresiasi sekali, sujud syukur, apapun keadaannya ingin (anak saya) balik ke Indonesia," tuturnya. Ia pun menambahkan kalau anaknya kuliah diWuhansudah cukup lama dan hampir lulus. "Mereka betah di sana dan kuliahnya bagus, mereka tidak tahu kota yang segitu maju, Kota yang segitu bagus akan ada virus seperti itu," ucapnya.

Senada, orangtua mahasiswa lainnya,Sarifjuga mengaku khawatir dengan kondisi anaknya diWuhan. "Anak saya adalah mahasiswa baru, 5 bulan kuliah diWuhandan rencana mau liburan di China tapi ada kabarviruscorona, kami sangat khawatir tp mereka tampak tegar," tuturSarif. Kemudian yang membuat keluarga makin panik, yaitu kondisiWuhanyang bak kota mati.

"Mereka meyakinkan kalau mereka sehat, tapi kami khawatir karena semua foto yang mereka kirim dariWuhansudah jadi kota hening semua jadi kami tambah khawatir lagi," jelasnya. Kemudian ia pun senang saat mengetahui bahwa anaknya akan dievakuasi. "Setelah ada kabar semua pelajarWNIdi sana mau dievakuasi kami sangat gembira, kami lihat foto2 naik pesawat, turun pesawat dan sampai sekarang alhamdulillah mereka semua sehat dan saya bilang mereka harus berjemur dan olahraga setiap hari supaya sehat selalu, " kata dia.

Pemerintah menetapkanNatuna, Kepulauan Riau (Kepri), sebagai tempat isolasi Warga Negara Indonesia atauWNIdariWuhan, China terkait dengan penyebaranvirus corona. Akan tetapi, wargaNatunamenolak wacana Pemerintah menjadikanNatunasebagai lokasi karantina. Ketua DPRDNatuna, Andes Putra menyebutkan para warga melakukan aksi protes dengan mendatangi kantor DPRDNatunauntuk menolak dan meminta kebijakan ini ditinjau ulang.

Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Senin (1/2/2020). Sementara itu, Andes Putra menegaskan menolak tempat isolasi bagiWNIdariWuhanberada di wilayahNatuna. Andes juga menilai wilayahNatunabelum memadai seperti alat medis yang masih serba kekurangan.

"Dari kesehatan, tenaga medis, alat medis kita kurang," ujar Andes. "Jangankan untuk mereka yang datang, untuk kita diNatunaaja masih kekurangan," sambungnya. Selain karena kekhawatiran fasilitas medis diNatuna, warga juga khawatir akan penyebaranvirus corona.

Andes kembali menegaskan untuk menolakNatunadijadikan tempat isolasi agarvirus coronatidak menulariwarga sekitar. "Jadi di situ, kita tidak ingin virus itu tertular kepada masyarakat kita," ungkapnya. Panglima TNI Pastikan Lokasi Jauh dari Pemukiman

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendukungWNIyang berada diWuhanuntuk kembali ke Indonesia dengan memberikan sarana dan prasarana. Hadi Tjahjanto mengungkapkan alasannya memilihNatunamenjadi tempat isolasiWNIdariWuhan. Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah kanal YouTube KompasTV, Sabtu (1/2/2020).

Dalam keterangannya, ia memastikan lokasiNatuna ini jauh dari permukiman warga. "Kita memiliki tempat isolasi yang jauh dari penduduk dan terbaikyang terpilih adalah wilayahNatuna," terang Hadi. Hadi menyampaikan Natuna merupakan pangkalan militer yang memiliki fasilitas rumah sakit yang dikelola oleh tiga angkatan.

Pemerintah menetapkan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), sebagai tempat isolasiWNIdariWuhan, China terkait dengan penyebaranviruscorona. (Youtube KompasTV/Tangkapan Layar) (Youtube KompasTV/Tangkapan Layar) "Jadi ada dokter dari Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Angkatan Laut," ujarnya. Kemudian, Hadi menuturkanNatunamemiliki runway yang berdekatan dengan wilayah isolasi bagiWNIdariWuhan. "Sehingga, nanti saudara saudara kita yang datang langsung turun dari pesawat masuk ke tempat penampungan mereka," papar Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Dan mampu menampung sampai dengan 300 dilengkapi seluruh kebutuhan MCK termasuk dapur lapangan," sambungnya. Sedangkan, Hadi mengatakan jarak antara hanggar ke lokasi penduduk kurang lebih 5 6 km. "Kemudian menuju ke SP di sana ada dermaga itu juga kurang lebih 5 km," ungkap Hadi.

Hadi menuturkanNatunadipilih berdasarkan hasil penilaian itumemenuhi syarat protokol kesehatan. "Sehingga,Natunadipilih menjadi transit sementara sampai dengan dinyatakan bebas (virus corona) bisa ketemu keluarga," tuturnya. Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudidi Tangerang, Banten pada Sabtu (1/2/2020) untuk melepas tim evakuasi menjemputWNIyang berada diWuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *