Curah Hujan Tinggi, Belasan Titik Longsor Terjadi di Kota Ambon, Warga Diminta Waspada

Curah hujan tinggi Sejak seminggu terakhir mengakibatkan sejumlah titik di Kota Ambon mengalami longsor, hingga beberapa rumah mengalami rusak ringan hingga sedang. Menurutnya tingginya curah hujan yang turun diwilayah Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir ini, menjadi salah satu penyebab belasan longsong yang terseber di sejumlah titik. "belasan longsor ini terjadi lantaran curah hujan yang tinggi terjadi di Kota Ambon sehingga membuat tanah lembab dan gampang terjadi longsor di daerah lereng bukit" jelasnya.

Dia menjelaskan belasan titik longsor yang terjadi antara lain berada pada wilayah Hatiwe Kecil, Kelurahan Amantelu, Kelurahan Waihoka, Kelurahan Urimesing, Bere Bere, Batu Meja, Skip, Desa soya, Belakang Soya, hingga di Batu Merah yang dikenal sebagai kawasan pemukiman di lereng bukit. "Jadi dari kemarin sampai sekarang karena intensitasnya cukup tinggi dari malam hingga hari ini yang pertama itu terjadi di hatiwe kecil kemudian terjadi dibatu merah ada beberapa titik kemudian daerah amantelu, Kelurahan waihoka Desa soya kemudian di Bere Bere, skip, batu meja kemudian Kelurahan urimessing, belakang soya sementara datanya masuk," ujarnya. Dari belasan bencana longsor yang terjadi kawasan Skip Kota Ambon merupakan longsor yang paling parah terjadi dimana sekitar 4 rumah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

"Ada tiga sampai empat rumah yang terancam kena longsor itu. Bukan hanya di skip tapi ada juga di tempat lain ada juga ada di batu meja karpan batu merah hative kecil Kalau di skip itu memang yang paling parah," tuturnya. Dengan adanya data yang masuk tersebut pihaknya telah melakukan tanggap darurat untuk menangani masalah longsor yang terjadi di belasan titik yang ada tersebut. Untuk tanggap darurat sendiri, pihaknya telah menyerahkan terpal sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya risiko yang lebih tinggi terhadap rumah yang ada di titik longsor tersebut.

"Itu kan kita sudah bantu dengan memberikan terpal untuk penanganan di lapangan dan untuk mengurangi risiko yang lebih besar. Jadi itu tanggap darurat saja," tambahnya. Dikatakan, untuk rumah rusak hingga kini belum ada kerusakan yang yang berada pada tingkat parah dan masih dilaporkan rumah mengalami rusak ringan saja. Dengan begitu bantuan terpal akan membantu bagi masyarakat sekarang mengalami rusak ringan sehingga dengan intensitas hujan yang terus seperti ini masih dapat tertolong dan tidak mengalami kerusakan yang lebih parah akibat longsor.

"Rumah rusak ini memang karena sementara staf sedang turun kita belum bisa memastikan titik rumah yang longsor mengalami rusak ringan tidak ada rumah rusak berat atau rumah rata dengan tanah," terangnya. Dirinya menghimbau kepada warga Kota yang bermukim di lereng bukit untuk tetap waspada, mengingat curah hujan di Pulau Ambon sendiri masih sangat tinggi sehingga masih memungkinkan masih ada bencana longsor lagi. "Saya harap kepada warga yang di lereng bukit tetap waspada, curah hujan masih sangat tinggi, masih ada kemungkinan longsor kembali terjadi" ungkapnya.

Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat yang bermukim di lereng bukit dapat mencari tempat perlindungan yang dianggap aman, disaat terjadi hujan lebat, guna meminimalisir resiko bencana yang bisa terjadi kapan saja. "Saya minta, jika ada hujan lebat sebaiknya masyarakat yang tinggal di lereng bukit dan dianggap rawan dapat mencari tempat perlindungan sementara yang dianggap aman, sehingga resiko bencana dapat diminimalisir" tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *