Corona Tak Pandang Bulu, 6 Dokter, Pilot, DPR & Driver Ojol Wafat, Ada Ditemukan Meninggal di Kos

Wabah pandemi global virus corona tak memandang bulu dan profesi, siapa pun bisa jadi korban. Di Indonesia, jumlah pasien terinfeksi kian hari kian bertambah. Data per Sabtu 28 Maret 2020 setidaknya 1046 kasus telah terkonfirmasi, dengan rincian 913 dirawat, 87 meninggal dan 46 sembuh.

Untuk melakukan pencegahan, upaya pemerintah untuk melakukan physical distancing pun terus diupayakan. Sudah banyak korban berjatuhan karena virus yang berasal dari Wuhan ini. Tak memandang profesi, corona telah merenggut petugas medis yang jadi garda terdepan, hingga mereka yang tengah mengais rezeki demi keluarga di rumah.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan, sampai saat ini sebanyak enam dokter dilaporkan meninggal diduga akibat terinfeksi virus corona atau Covid 19. Lima orang dokter di antaranya diduga meninggal dunia akibat terjangkit virus corona. Adapun seorang dokter lainnya meninggal dunia akibat serangan jantung setelah mempersiapkan fasilitas kesehatan demi menghadapi virus corona.

Lima dokter yang diduga meninggal akibat terjangkit Covid 19, yakni dokter Hadio Ali SpS, dokter Djoko Judodjoko SpB, dokter Laurentius P SpKj, dokter Adi Mirsa Putra Sp THT, dan dokter Ucok Martin SpP. Adapun dokter Toni D Silitonga bukan meninggal akibat terpapar Covid 19. Dia terkena jantung karena kelelahan menangani virus corona.

Ada pula seorang perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang terinfeksi virus corona dan meninggal dunia setelah merawat seorang warga asing yang terjangkit virus itu. Seorang pilot juga ditemukan meninggal dunia akibat virus corona pada Minggu (22/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan pula adanya informasi yang menyatakan bahwa salah seorang pilot di maskapai swasta nasional meninggal dunia.

Pilot berinisial SP tersebut disebutkan meninggal pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Eka Hospital BSD (Tangerang). Dirinya tertulis tinggal di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Direktur Jenderal Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah lanjutan merespons hal tersebut.

“Sebagaimana dianjurkan oleh ICAO, WHO, Kementerian Kesehatan RI, Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19, dan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara yang juga telah diadopsi oleh seluruh maskapai penerbangan nasional menjadi Standard Operating Procedures (SOP) terkait dengan tindak lanjut jika diketahui ada ODP dan/atau PDP,” tuturnya dalam keterangan tertulis. Pihak maskapai yang bersangkutan selaku operator telah melakukan penelusuran terhadap personel lainnya yang mungkin berinteraksi dengan almarhum dalam kurun 14 hari terakhir. Personel personel tersebut diarahkan untuk segera melakukan pemeriksaan medis dan diminta untuk melakukan self quarantine, sebagaimana Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara kepada Operator Pesawat Udara tanggal 5 Pebruari 2020, yang mengacu pada protokol Kementerian Kesehatan.

Awalnya berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) corona, anggota DPR Imam Suroso akhirnya meninggal dunia. AnggotaKomisi IXDPRdari Fraksi PDI P Imam Surosomenghembuskan napas terakhirnyadi RSUP Kariadi Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2020) malam. Namanya menambah daftar PDP Covid 19 yang meninggal dunia di Jawa Tengah.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena saat dihubungi, Jumat malam. Melki mengatakan, berdasarkan informasi dari RSUP Kariadi Semarang, Imam dirawat di rumah sakit tersebut karena berstatus pasien dalam pengawasan (PDP)Covid 19. "Barusan saya kontak Pak Agus dari RSUP Kariadi Semarang.

Pak Imam masuk RS dengan kategori PDP beberapa hari lalu. Tracing akan disampaikan oleh Gubernur dan Dinkes Jateng," ujar Melki. Lebih lanjut Melki mengatakan, informasi terkait status PDP tersebut akan diumumkan secara resmi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19.

"Kita tunggu pengumuman resmi oleh pemda atau gugus tugas," jelasnya. Seorang pengemudi ojek online (ojol) ditemukan meninggal dalam kamar indekosnya di Lorong Jeruk, Jalan Kancil, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia dimakamkan sesuai standar korban infeksi virus corona.

Jenazah dikafani lalu dibungkus menggunakan plastik, selanjutnya dimasukkan ke dalam peti jenazah, dan langsung dibawa ke pemakaman di Taman Makam Punggolaka, Kendari. Peti jenazah tertutup dan tidak bisa lagi dibuka atau dilihat oleh keluarga. Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra Kompol dr Mauluddin menjelaskan, korban diduga memiliki gejala mirip Covid 19.

Namun, hasil uji laboratorium dari jenazah ini belum keluar dari Kemenkes. "Untuk sampel swab (liur tenggorokan) sudah diambil, masih dalam proses pengiriman oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi. Kita berharap hasilnya negatif," ungkap Mauluddin. Menteri Perhubungan (Menhub)Budi Karya Sumadidinyatakan positif terinfeksivirus corona, berikut sederet aktivitas yang dilakukannya sebelum dinyatakan terinfeksi.

Wabah bencana nasional virus corona mulai meninfeksi pejabat negara, yakni Menhub Budi Karya Sumadi. Sebelum dinyatakan positif corona, Budi Karya sempat mengeluhkan asmanya kambuh dan juga tifus. Menteri yang akrab disapa BKS ini beberapa hari sebelumnya melakukan sederet aktivitas agenda rapat dan kunjungan kerja.

Budi Karya selama ini dikenal sebagai anggota kabinet yang hampir jarang mengambil jatah libur, termasuk saat akhir pekan. Jam terbangnya sebagai menteri, banyak dihabiskan untuk kunjungan kerja dalam rangka mengecek kesiapan infrastruktur konektivitas. Tak hanya Menhub, Bupati KarawangCellicaNurrachadianamemberikan pernyataan melalui Instagramnya bahwa iapositifviruscoronaatauCovid 19.

Wanita yang akrab disapa Teh Celli itu mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin melakukan social distancing mengingat dirinya saja terinfeksi meskim merasa baik baik saja. Pengumuman mengenai hasil tes tersebut disampaikan GubernurJawaBaratRidwanKamildalam konferensi pers di Bandung,JawaBarat, Selasa (24/3/2020). "Bupati Karawang, Ibu Cellica tadi memberikan informasi terkait hasilnya. Saya sudah minta izin untuk melaporkan," ujarRidwanKamildalam konferensi pers, Selasa.

Pertama, Wali Kota Bogor Bima Arya juga dinyatakan positif Covid 19 selepas pulang dari Turki. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menjadi salah satu pejabat dari Bandung, Jawa Barat yang hasil pemeriksaan swab corona sempat menunjukkan positif. Namun, dirinya memberikan kabar gembira terkait kesembuhannya.

Hal tersebut diungkapkan Yana dalam video yang diunggah lewat akun instagram miliknya @kangyanamulyana, Jumat (27/3/2020). "Assalamualaikum, saya Yana Mulyana, Wakil Wali Kota Bandung. Hari ini Jumat, 27 Maret 2020, alhamdulillah setelah sekian lama saya diisolasi karena positifCoronaCovid 19, hari ini hasil swab test yang kedua saya telah dinyatakan negatif," kata Yana. Yana pun mengucapkan rasa terima kasih kepada tim dokter yang merawatnya hingga sembuh.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada rumah sakit dan seluruh tim dokter serta perawat yang telah luar biasa merawat dan dengan sabar mengobati saya. Terima kasih juga atas seluruh doa dan dorongan semangat dari keluarga sahabat teman dan masyarakat Kota Bandung," ucapnya. Yana mengaku proses penyembuhan dari virus corona terbilang berat.

Untuk itu, dia berharap masyarakat bisa mengikuti aturan dan anjuran dari pemerintah sehingga tidak merasakan hal serupa. "Sangat berat perjuangan melawan corona Covid 19. Tetapi berkat seluruh doa alhamdulillah saya bisa melewati proses yang sangat berat ini," akunya.

"Untuk itu saya tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mematuhi apa yang sudah diatur oleh pemerintah agar kita terus menjaga jarak, agar kita terus mengisolasi diri, untuk terus melakukan gerakan hidup sehat dan selalu menjaga kesehatan kita. Semoga Allah selalu memberi kesehatan kepada kita semua dan kita bisa melewati masa masa yang sangat berat bagi bangsa dan dunia," tuturnya. Sementara itu, berdasarkan rilis yang diterima Kompas.com dari Bagian Humas Setda Kota Bandung, dalam proses penyembuhan corona, kunci paling utama adalah mengikuti perintah dokter dan perawat.

"Selama proses isolasi diri, saya mengikuti semua SOP dari rumah sakit, tim dokter dan perawat. P Astikan jangan ada yang terlewat. Tetap upayakan untuk bisa makan dan minum, serta minum seluruh obat yang diberikan selama isolasi," bebernya.

Sekali lagi Yana berharap agar masyarakat tetap diam di rumahnya masing masing agar penyebaran virua corona tidak meluas. Karena dengan hanya cara tersebut, wabah corona bisa segera berlalu. "Saya berharap masyarakat bisa mematuhi aturan pemerintah demi kebaikan kita semua untuk menyelesaikan masalah pandemi Covid 19 ini secara bersama sama.

Tetap diam di rumah, jaga kesehatan, jaga kebersihan terutama tangan kita, Insya Allah kita bisa melewati pandemi ini dengan selamat," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *