Biasa Terlihat Garang, Wali Kota Risma Menangis Ungkap Rahasia ‘Obat Penenangnya’: Saya Sedih

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengungkap 'obat penenang' dalam menjalani hari harinya sebagai pemimpin. Dalam tayangan Rosi Kompas TV pada Jumat (20/2/2020), Risma mengatakan selama ini mengumpulkan anak anak berkebutuhan khusus untuk dirawat di Pondok Asuh Kalijudan. "Mereka anak anak berkebutuhan khusus yang ada di jalan, ditemukan Satpol PP, ada yang saya minta dari orang tuanya," kata Risma dikutip dari channel YouTube Kompas TV.

Risma menjelaskan, akhir akhir ini tidak bisa bertemu dengan mereka lantaran kakinya sedang sakit. "Ia khawatir kakinya yang masih sakit tidak mampu menahan pelukan anak anak yang dianggapnya sangat kuat." "Iya dulu, saya enggak ke sana karena kaki saya sakit jadi saya anak anak ini kalau lihat saya langsung mereka merangkul, mereka kuat sekali," ujar Risma.

Wanita 58 tahun ini membantah tidak bisa bertemu mereka karena sibuk. "Jadi saya takut apa namanya kaki saya sakit jadi bukan karena saya sibuk bukan, karena memang saya sengaja, karena kalau mereka sudah meluk itu kadang saya enggak, bisa jatuh, padahal kaki saya masih dalam perawatan," lanjutnya. Kemudian, ia membenarkan bahwa mereka memang obat penenangnya dalam menghadapi masalah di Surabaya.

Sambil terlihat mau menangis, Risma mengatakan bahwa anak anak itu tidak diketahui asal usulnya. "Ya, saya enggak boleh lihat di atas terus mereka anak. Kadang kita enggak tahu orang tuanya siapa," kata dia. Kemudian, menangislah Risma melanjutkan ceritanya.

Padahal biasanya ia dikenal sebagai sosok yang tegas dan garang. Wali Kota kelahiran Kediri itu sengaja membuat ruangan demi memelihara anak anak tersebut. Yang membuat ia sedih, Risma mengaku tidak tahu bagaimana nasib mereka selanjutnya.

Apalagi, ruangan tersebut makin hari makin banyak penghuninya. "Jadi karena itu kemudian saya paksakan ada ruangan ini makin lama makin banyak, kita temukan di jalan." "Dan kemudian itu anak dari suku apa saja ada. Jadi apa namanya yang saya sedih saya enggak tahu mereka besok bagaimana," ungkap Risma sambil menangis.

Dalam kesempatan yang sama, Rosi meminta Risma untuk memilih menjadi Gubernur Jakarta atau menjadi menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ditanya demikian, Risma mengatakan tidak haknya untuk memilih. "Kalau diberikan amanah untuk melayani publik amanah seperti apa yang akan ibu iyakan diboyong ke Jakarta atau bergabung dengan Kabinet Jokowi," tanya Rosi dikutip dari channel YouTube Kompas TV.

"Saya tidak berhak untuk memilih jabatan itu, karena itu bagi saya adalah amanah," jawabnya. Bahkan, Risma merasa takut jika mendapat jabatan baru. Pasalnya, tanggung jawab yang diemban bukanlah hal kecil.

"Karena kalau di jabatan politik, menteri apa namanya Gubernur, Wali Kota, Bupati itu punya tanggung jawab ke masyarakat." "Bukan sekedar menjabat, saya takut. Makanya saya tidak berhak untuk meminta karena itu berat " ungkapnya. Lalu, Wali Kota yang juga seorang Politikus PDIP ini juga mengatakan bahwa selama ini ia sering meminta bawahannya untuk mencari orang kesusahan.

"Karena saya selalu katakan pada Kepala Dinas, Camat, sama Lurah." "Tolong cari Warga Surabaya yang dia susah karena dia sakit atau dia enggak bisa sekolah, atau dia enggak punya pekerjaan, apapun tolong dicari," ceritanya. Risma melakukan demikian sebagai bentuk tanggung jawabnya di akhirat.

"Jadi nanti kalau saya ditanya di akhirat sana, kalau saya ditanya Risma kamu dulu jadi Wali Kota ada wargamu enggak bisa makan," lanjut Risma. Namun, tugasnya mengelola Surabaya bukan tanggung jawabnya seorang. "Saya sampaikan malaikat mohon maaf, saya kan enggak bisa sendiri, ada Kepala Dinas, ada Camat, ada Lurah tolong ditanya juga mereka. Sudah perintahkan mereka juga kok untuk cari itu," kata dia.

Menurut pengakuaanya, bawahannya juga sering merasa takut ketika disinggung masalah akhirat. "Ini betul dan mereka takut, mereka cari, kalau ada sama sama takutnya gitu." "Kan enggak bisa semua saya handle wong yang digaji juga semua," ungkap wanita 58 tahun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *