1.221 Bencana Terjadi Sejak Awal Tahun Banjir Paling Makan Korban BNPB

– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.200 bencana terjadi sejak awal tahun hingga tanggal 7 Mei 2020. Data BNPB hingga Jumat (8/5/2020) menyebutkan 172 orang meninggal akibat bencana yang terjadi. "Kejadian bencana masih didominasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2020).

BNPB mengidentifikasi bahwa lebih dari 99 persen kejadian merupakan bencana hidrometeorologi. Bencana yang paling dominan terjadi adalah banjir dengan jumlah kejadian 457 kali, puting beliung 359, tanah longsor 275 dan gelombang pasang atau abrasi 2. Di samping itu, kategori bencana hidrometeorologi lain yang jumlahnya tinggi yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 119 kali. Total kejadian bencana berjumlah 1.221.

"Di samping bencana tersebut, BNPB mencatat juga bencana lain seperti letusan gunung api tiga kali dan gempa bumi lima kali. Jumlah kejadian bencana ini di luar bencana nonalam, yaitu pandemi COVID 19," tutur Raditya. Sementara itu, sejumlah bencana ini mengakibatkan dampak korban jiwa dan kerusakan. Korban luka luka sebanyak 235 orang, mengungsi 8, mengungsi 1,97 juta. Kerusakan berupa rumah mencapai 17.105 unit, sedangkan infrastruktur lain seperti fasilitas pendidikan 327 unit, peribadatan 394, kesehatan 32, perkantoran 58 dan jembatan 172 unit.

"Bencana banjir merupakan kejadian yang paling banyak memakan korban meninggal dunia, dengan jumlah 120 orang," ungkap Raditya. Sementara tanah longsor 46 orang dan puting beliung lima orang. Banjir juga menyebabkan sebagian besar warga harus mengungsi, dengan jumlah 1.951.412 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *